Pagi hari ini aku sedang diam di depan televisi. Memikirkan apa yang harus aku lakukan saat ini. Mau makan, kenyang. mau main males. mau tidur, nggak ngantuk. mau ketemu Unyil, Unyil menghilang begitu saja. Hemm, lalu apa yang harus aku lakukan? Tidur aja deh, ngantuk nggak ngantuk yang penting harus bisa tidur.Aku memiliih tidur ditempat paling nyaman. Di kursi ruang tamu. Sudah empuk, hangat, nyaman, pokoknya top deh.
Beberapa menit kemudian ..
Aku terbangun. Saat aku bangun, aku melihat bapak dan kak Dian sedang melihat televisi sambil bebincang-bincang. Aku sempat nguping pembicaraannya.
Bapak : "Eh an, ikan pindangnya jangan dikeluarkan."
Dian : "Kenapa? memangnya ikan pindang nya basi?"
Bapak : "yo, jangan Bogel sudah bangun, nanti pindangnya dimakan."
Dian : "Memangnya siapa yang mau ngeluarin pindang?"
Bapak : "Yo, mungkin kamu mau ngasih Bogel makan."
Lalu aku kembali tidur. Tapi tidur kali ini aku merasa sangat tidak nyaman. Aku butuh kebebasan. Aku keluar deh lewat pintu atas.
Saat aku keluar ..
Dian sedang mandi. Saat keluar dari kamar mandi.
Dian : "Lho yah, Bogel mana?"
Bapak : "Sudah keluar."
Dian : "Lho nanti kena racun tikus?"
Bapak : "Nggak, orang-orang kasih racun tikusnya nanti bukan sekarang."
Dian : "Nanti kalau kena gimana?"
Bapak : "Halah paling yo mati."
Dian : "Lho, kok gitu?"
Dian sudah dag dig dug. Nanti kalau Bogel mati gimana?
Asal kalian tahu, pendengaran kucing dengan manusia berbeda. Bogel menafsirkan bahwa obrolan yang didengarnya adalah Bapak melarang Dian untuk mengeluarkan ikan pindang. Padahal obrolan yang benar adalah:
Bapak : "Eh an, Bogel jangan dikeluarkan."
Dian : "Kenapa? memangnya Bogel sakit?"
Bapak : "yo, nanti Bogel kena racun tikus."
Dian : "Memangnya siapa yang mau ngeracun tikus? Ayah tau dari mana?"
Bapak : "Orang-orang. Kemarin ayah diberitahu."
:::::HATI-HATI BOGELL!!!:::::
Kini, Dian sedang menunggu Bogel datang ke rumah. Semoga Bogel selamat. Amin.
-Bogel & Dian-