Sabtu, 31 Maret 2012

Hati-Hati!! :o

Pagi hari ini aku sedang diam di depan televisi. Memikirkan apa yang harus aku lakukan saat ini. Mau makan, kenyang. mau main males. mau tidur, nggak ngantuk. mau ketemu Unyil, Unyil menghilang begitu saja. Hemm, lalu apa yang harus aku lakukan? Tidur aja deh,  ngantuk nggak ngantuk yang penting harus bisa tidur.Aku memiliih tidur ditempat paling nyaman. Di kursi ruang tamu. Sudah empuk, hangat, nyaman, pokoknya top deh.

Beberapa menit kemudian ..

Aku terbangun. Saat aku bangun, aku melihat bapak dan kak Dian sedang melihat televisi sambil bebincang-bincang. Aku sempat nguping pembicaraannya. 
Bapak : "Eh an, ikan pindangnya jangan dikeluarkan."
Dian : "Kenapa? memangnya ikan pindang nya basi?"
Bapak : "yo, jangan Bogel sudah bangun, nanti pindangnya dimakan."
Dian : "Memangnya siapa yang mau ngeluarin pindang?"
Bapak : "Yo, mungkin kamu mau ngasih Bogel makan."
Lalu aku kembali tidur. Tapi tidur kali ini aku merasa sangat tidak nyaman. Aku butuh kebebasan. Aku keluar deh lewat pintu atas. 

Saat aku keluar ..

Dian sedang mandi. Saat keluar dari kamar mandi.
Dian : "Lho yah, Bogel mana?"
Bapak : "Sudah keluar."
Dian : "Lho nanti kena racun tikus?"
Bapak : "Nggak, orang-orang kasih racun tikusnya nanti bukan sekarang."
Dian : "Nanti kalau kena gimana?"
Bapak : "Halah paling yo mati."
Dian : "Lho, kok gitu?"
Dian sudah dag dig dug. Nanti kalau Bogel mati gimana?

Asal kalian tahu, pendengaran kucing dengan manusia berbeda. Bogel menafsirkan bahwa obrolan yang didengarnya adalah Bapak melarang Dian untuk mengeluarkan ikan pindang. Padahal obrolan yang benar adalah:
Bapak : "Eh an, Bogel jangan dikeluarkan."
Dian : "Kenapa? memangnya Bogel sakit?"
Bapak : "yo, nanti Bogel kena racun tikus."
Dian : "Memangnya siapa yang mau ngeracun tikus? Ayah tau dari mana?"
Bapak : "Orang-orang. Kemarin ayah diberitahu." 
:::::HATI-HATI BOGELL!!!:::::

Kini, Dian sedang menunggu Bogel datang ke rumah. Semoga Bogel selamat. Amin.
-Bogel & Dian-

Rabu, 21 Maret 2012

Teman, Satu Rumah, Satu Majikan :)

Aku punya teman. Majikanku memberinya nama Unyil. Untuk nama lengkapnya, majikanku belum memberinya nama lengkap. Ia juga laki-laki. Ia sahabat ku. Dulu kita selelu bersama.

Suatu saat, Unyil terlihat kelaparan. Ia capek dan tidak kuat untuk mencari makan. Tiba-tiba majikan membuka pintu rumah. Aku masuk. Tanpa kusadari, Unyil sudah ada dibelakangku menunggu makanan datang. Apa maksudnya? Ternyata, dia tidak mau masuk. Tapi, dia hanya mau makanannya. Hah? Aku bertanya, "Kenapa nggak ikut masuk?" Unyil menjawab, "Takuut .." Aku berkata, "Nggak papa... Mereka nggak jahat, baik malah." Dia diam lalu berkata, "Aku ini takut dengan orang, bisakah kau mengambilkan makanannya untuku?" Aku berpikir, "Enak saja ... Emang aku babunya?" Akhirnya aku meninggalkannya, dan tidak memberikannya makan. 

Aku sedang makan di belakang. Tapi, tidak didampingi oleh majikanku. Ternyata, majikanku memberi Unyil makan. Hah? aku ditinggal? Huweeee ... :'( Setelah aku selesai menyantap mekananku, aku melihat majikanku sedang melakukan aktivitasnya masing-masing. Kak Dian belajar, Kak Zulfah belajar, Ibu baru pulang kerja, Ayah lihat televisi. Aku melihat Unyil tidak dihiraukan oleh majikanku. Yes !! 

Walaupun begitu, Unyil harus berusaha mendapatkan makanan. Kalian tahu, apa yang dilakukannya? Masuk kedalam tanpa izin padaku (Jika kalian bertanya "Emang kamu selaku apa? kok pake izin kalau mau masuk?" Aku akan menjawab, "Satu-satunya kucing dirumah ini, kucing lain, izin dulu!")  Otomatis, aku marah. Tapi, aku tak bisa marah padanya. karena apa? dia sahabatku. 

Setelah beberapa hari ...

Aku tidur dengannya di keset depan rumah majikan. Aku melihat kak Dian mengintip dari jendela keberadaan kami. Aku langsung meninggalkan Unyil dan langsung kedepan pintu. Yak, benar. Kak Dian membukakan pintu untukku. Unyil ikut masuk. Huh .. :( Setelah itu Aku dan Unyil makan. Setelah makan, Ibu mencoba untuk mengelus Unyil yang takut manusia itu. dan .... apa yang terjadi??? Unyil mencakar Ibu. dan... apa yang terjadi selanjutnya? Unyil lari keluar. dan .. Apa yang aku lakukan setelah itu?? SENANG.

Sekarang.. setiap Unyil masuk, Ibu mengusirnya. Hahahaha.. sungguh senangnya hatiku. Hahaha ... Kita nggak jadi satu rumah satu majikan !! Hahaha ....

-Bogel-

NB: Aku mendengar cerita kak Dian. Katanya temannya mengejek aku... "Bogel itu singkatannya Bogang Elek kan!!" AKU MARAHHH!!!!!!!
Ada lagi, buat kak Uprid, HBD yah ...