Heyi ^^
Saya mau berbagi cerita lagi dengan anda-anda semua. Ini bukan cerpen. Tapi True Story. Ini dia ceritanya. Enjoy ^^
Kamis, 21 Februari 2013.
Saat itu saat aku disekolah. Siang hari. "Panggilan untuk ananda Graciani Cahyadresta ................... harap segera ke kantor sekarang juga." Suara dari sound system. Aku langsung ke kantor.
Ternyata, aku diikutkan lomba menulis artikel dengan bahasa Inggris. Oke. Tapi, katanya naskah harus sudah dukumpulkan hari Jum'atnya. Oke aku lembur nanti malam.
Lalu, saat jam pulang sekolah. "Pemberitahuan untuk seluruh siswa kelas 7 besok diharap membawa tongkat dan tali untuk kegiatan kepanduan. terimakasih." Oh, disuruh bawa tongkat. Bagusnya, aku nggak punya tongkat -_- muuuuuaaayaaaak. u,u
Sorenya aku mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Aku ikut Theater. Awalnya aku bingung, mau ikut apa nggak. Pertimbangannya, ekstra selesai jam 5, malamnya aku lembur ngebuat artikel, terus kapan aku beli tongkatnya? Tapi apa guna pertimbangan itu. Aku memutuskan untuk ikut ekstra.
Malamnya. Beli tongakat dulu. ada 2 toko yang sekiranya jual tongkat di Gresik. Di Hizwa GKB. Sama Hizwa Alun-Alun. Pertimbangannya:
1. Hizwa GKB: sering tutup, dekat dari rumah.
2. Hizwa Alun-alun: Jauh, tapi nggak tentu buka atau tutup.
3. Hizwa GKB sama Alun-alun itu berlawanan arah dari rumah. Harus muter dulu.
Daaan yaaaaa, ternyata Hizwa GKB tutp. Aku puter balik ke Hizwa Alun-alun. Dan sumpaaah, juuuuuuuaaaaaauuuuuh. Jauh. Dan saat sampai di Hizwa Alun-alun, tutup juga. Muayak. Waktuku terbuang untuk buat artikel. Aaaaa ><
Dan yaaaa, aku menemukan tongkat di dekat alun-alun. -_-
Sesampainya aku dirumah, aku langsung membuat arikel dan yaaaa dengan inspirasi minimum. Huuffttt -_-
seminggu kemudiaan ....
Jum'at, 01 Maret 2013.
Tiba saatnya tongkatku dipakai. Juma'at kemarin udah sih. Tapi yang ini dipakai lagi buat penilaian. Ternyata penilaian nya adalah membuat tandu. Aku sudah mengingat cara membuat tandu. Dan yaaa, berhasil. Aku hafal. Akhirnya aku berusaha membuat tandu yang terbaik untuk nilai kelompokku. Saat selesai, Athiyyah, atau biasa dipanggil Ira mencoba menaiki tandu itu. Kenapa Ira? Karena memang Ira-lah yang berberat badan paling kecil. Saat dicobaa "Kretek." Dan, benar. Tongkatku patah. Sejenak aku berpikir. "Oh, ini, ini hasil dari aku pergi malem-malem buat beli tongkat, dan ngorbanin waktu ngebuat artikel, ini hasilnya? Patah? Oke, fine. Bye!" Saat aku memikirkan hal itu, aku duduk meratapi patahnya tongkatku. Kulihat kelompok lain menaiki tandunya dengan asiknya. Kelompokku? Hanya bisa penilaian teknik. Tapi tak bisa uji coba. Ini hasilnya? Aku hanya terus melihat teman-teman yang asik bermain dengan tandunya. Sedangkan aku tak berani melihat patahnya tongkatku itu. Aku sudah berkorban waktu, tenaga, yang hanya aku inginkan berhasil. Bukan patahnya tongkatku. Memamng kalian menganggap aku ini gila. Hanya karena tongkat patah, aku menyesal sebesar ini. Sifatku memang seperti itu. Nggak mau barang kesayangan yang dibeli dengan pengorbanan rusak atau hilang begitu saja. Tapi, peristiwa ini mengajariku sesuatu. Sikap rela berkorban. Peristiwa ini menyadarkan ku, bahwa aku harus bisa rela berkorban. Disertai sikap ikhlas tentunya.
Jadi kawan, dari cerita pengalamamnku ini, pahit diawal tapi manis diakhir. ^^ Jangan lupa untuk belajar rela berkorban ya ;)
Thx for reading ^^
Sorry for all mistakes (/\)
Don't be boring to visit my blog :)
Follow ~> @diangraciani
-Dian-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar