Aku akan menceritakan pengalamanku. Beginilah ceritanya. Selamat membaca. :)
Kaos Kaki Kumal
Hari ini aku sedang memperhatikan kaos kaki ku. Betapa kumalnya kaos kaki ini. Kaos kaki sekolah yang berwarna hitam putih sekarang berubah warna. Warna putih menjadi abu-abu kecoklat-coklatan. Warna hitam berubah menjadi hitam keabu-abuan. Inginnya aku mendapatkan kaos kaki baru.
Saat aku melihat ibu hendak pergi belanja, aku titip. Kaos kaki hitam putih untuk sekolah.
Saat ibu pulang, ibu menghampiri aku. "Ini, kaos kaki titipanmu." Aku melihat kaos kaki itu. Dalam hati, "WOW!!! (padahal biasa saja)" akhirnya kaos kaki lamaku yang kumal itu bisa diganti dengan kaos kaki baru yang masih putih bersih. Alhamdulillah.
Esoknya, aku berangkat ke sekolah. Aku memakai kaos kaki baruku yang putih bersih itu. Saat berjalan dengan temanku, aku selalu melihat kaos kaki itu. Berbeda dengan yang lainnya. Kaos kaki ku masih terlihat lebih putih dari kaos kaki teman ku. Aku senyam senyum sendiri melihatnya.
Saat aku hendak sholat, aku letakkan kaos kaki ku di loker. Lalu aku tinggal wudhu lalu sholat. Setelah sholat, aku hendak menggunakan kembali kaos kaki baruku itu. Tapi apa yang terjadi? Kaos kaki ku tidak ada! Bagaimana aku pulang nanti? Itu kan kaos kaki baru? Kok malah hilang? Nanti ketahuan gimana? Dimarahi? Haduuh, besok aku pakai apa? Kaos kaki kumal itu lagi? Ahh. Gimana nih? Aku memilih untuk pulang tanpa kaos kaki.
Sampai dirumah aku langsung menyembunyikan kaki ku didalam rok hingga tidak kelihatan oleh siapa pun. Sampai akhirnya, aku aman. Tak ada yang curiga. Fiuhh. Untung saja.
Hari esok tiba. Aku membuka laci kaos kaki ku. Kaos kaki lamaku itu masih ku simpan. Tapi tak ada yang istimewa disana. Ada yang putih, tapi terlalu besar. Ada yang pas, tapi kumal. Aku harus pakai yang mana? Ah pilih yang nyaman. Kaos kaki lamaku yang kumal itu. Hahaha.. kaos kaki kumal itu lagi. Tapi aku masih berusaha menutupi kaki ku hingga tak terlihat kaos kakinya. Untung saja rok ku panjang.
Sampai di sekolah, aku selalu melihat ke bawah. Kenapa? pasti saja melihat kaos kaki ku yang sangat berbeda dengan kaos kaki temanku yang lain. KUMAL. Huuuh.. siapa sih yang ngilangin? atau ini karena kecerobohanku? Halahh. Bosan aku memikirkan kaos kaki kumal itu.
Tapi aku jengkelnya, mendekati outbond, kenapa aku harus menggunakan kaos kaki lama? Seharusnya kan ada yang spesial. Untung saja ada penyemangat. Uprid. Saat aku bilang kata-kata itu kepadanya. Ia berkata, "Halah yan.. Kita kan Outbond kotor-kotoran. habis outbond baru beli." pikirku, "o iyaya."
Outbond telah berlalu. Aku berpikir. Kapan aku beli kaos kaki baru? Mau bilang ke Ibu, gengsi. nanti bilangnya "Lho, kan sudah dibelikan? kok beli lagi?" Nanti kalau aku menjawab, "Kaos kaki ku hilang." Nanti Ibuku malah menjawab, "kok bisa hilang?" Terus dimarahi. Mati aku. Akhirnya aku memilih untuk cari momen aku pergi sendirian, lalu aku mampir ke supemarket beli kaos kaki. Ide bagus. Sayangnya, aku nggak pernah ketemu sama momen itu. aku jarang pergi sendirian. Hemm, susah nya.
Kapan ya aku bisa beli kaos kaki baru? Atau aku sudah sehati dengan kaos kaki kumal itu? Hemm. Sungguh aku ingin kaos kaki baru!!!
Kasihan sekali aku pada diriku sendiri. Bisa sekolah di sekolah bagus, SD Muhammadiyah GKB Gresik, tapi kok nggak bisa beli kaos kaki. Ini semua karena kecerobohanku. hemm, aku memanglah anak yang ceroboh. Huh..
Okelah aku harus menabung dan cari cara membeli kaos kaki baru tanpa ada orang yang tahu. Hemm. SEMANGAT!! ohh kaos kaki kumal, kaos kaki kumal.
-Dian-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar