Hai, Diannique!
Kalian tahu kalau aku habis UN kan? nah, aku ingin membagi ketegangan aku saat mau menerima hasil danem.
Jadi, hari itu 16 Juni 2012. Hari pengumuman danem. Aku tahu hari itu pengumuman danem. Tapi kenapa pulangnya sampai jam 10.00? Ngapain aja ya? Ternyata aku dan teman-teman kelas 6 SD Muhammadiyah GKB masih ada latihan prosesi wisuda di Aula.
Setelah latihan, kami disuruh agak merapat. Untuk apa? mendengarkan penjelasan Bu Siti Latifah. Katanya begini, "Setelah ini, kalian akan mengetahui kalian lulus atau tidak. Tapi, bagaimana caranya kalian bisa tahu kalian lulus atau tidak? Caranya tidak mudah. Kalian harus mencari kertas yang bertuliskan nomor peserta kalian di lantai satu. Dan kalian bisa mencarinya SEKARANG!!" Anak-anak sudah mulai berdiri. Tapi, bu Latifah melanjutkan kata-katanya "Eits! Berdo'a dulu! Bismillahirrohmanirrohim! Silakan cari nomor kalian!" Anak-anak mulai berlarian ke lantai satu. Ada yang lewat tangga dekat UKS, ada pun yang lewat tangga dekat kelas enam A. Lari sana lari sini. Aku lari ke tangga dekat kelas enam A.
Saat, perjalanan turun, ada kertas kuning bertuliskan "siswa yang LULUS." kulihat nomornya. Nggak ada nomor peserta ku. Aku lari lagi. Eh, ketemu lagi di kaca kelas 6B. Bertuliskan "TIDAK LULUS" aku lihat, nggak ada nomorku. Dan yang aku tahu. Disitu, tertera nomor "10-145-???-? (?= aku lupa nomornya)" Lalu aku berpikir. Emang ada yang nomornya 145? Yang ada 045! bukan 145! Lalu aku dengar Uprid mengatakan "Itu nomornya dikarang!" Jadi nomornya dikarang ... Untunglah bukan nomorku.
Lalu, aku lari ke Lab. IPA. Lagi-lagi, nggak ada nomorku. Aku coba cari di kelas-kelas. Eh, malah nggak ada kertasnya.
Terus, aku lari ke dekat perpustakaan. Eh, ada Karunia. "Yan? Sudah ketemu ta?" Tanya Karun. "Belum. Kalau kamu?" Jawab + tanyaku. "Sudah ini!" Katany sambil menunjuk kertas yang menyamping dan membuat aku miring membacanya. "Disini nggak ada nomorku!" Kataku.
Tiba-tiba, ada Firda, Sherin dan kawan kawan. "Eh, sudah ketemu?" Tanyaku. "Belum." Jawab mereka. Tapi, aku melihat Firda menangis. "Lho, Fir. Kenapa?" Tanyaku. "Aku belum nemu nomorku! Disitu ada nomormu yan! 10-045-049-8! Tapi nomorku nggak ada!" Katanya sambil menunjuk kertas dekat parkiran itu. Aku lihat, nomorku ada. Tapi nomornya Firda nggak ada! 10-045-047-? (Nomornya Firda). Aduh, kasihan Firda.
Terus, guru-guru menyuruh kami kumpul di ruang makan. Terus, banyak yang habis nangis. Lho, kenapa semua? Ternyata, mereka belum menemukan nomornya. Aduh, kasihan. Apalagi Uprid. Dia nangis sampai mukanya merah. Haduuh >< Terus gurunya bilang, "Bagi, yang belum menemukan nomor, berdiri!" Teman-teman banyak yang berdiri. Yang aku tahu itu, Uprid, Tiara, Firda, Salsa, Ais, Alfan, Denis, Dito, dan lain lain.
Ternyata, kami diberi amplop yang berisi lulus atau tidak lulusnya kami + Danem nya. Amplop 6A di bu Kaiis. 6B di Pak Abadi. 6C di Bu Ella. 6D di bu Tutik. Karena aku 6A, aku ke Bu Kaiis. Eh, baru jalan, udah di panggil "Graciani Cahyadresta!" Aku ambil amplopnya. Tapi nggak boleh dibuka sekarang. Harus bersama orang tua katanya.
Aku langsung menuju ke ayahku. Lalu pulang.
Sampai di rumah ........... Jeng jeng jeng jeng jeng.
Tada! Amplop susah dibuka. Sobek!!!. Eh, beneran di sobek sama bapak ku. dibuka. Daaaan apa isinya? Dan apa yang terjadi?
Ayah ku membuka amplopnya. Ku sambar amplopnya. Aku lihat. Tertera tulisan :
"Graciani Cahyadresta Dewanda.
LULUS
Blablablablablabla blablabla
Nilai Ujian Nasional:
B. Indonesia: 9.40
Matematika: 9.50
IPA: 9.75"
Aku hitung totalnya ~> jengjeng jeng 28.65! Aku nggak nyangka bisa dapat segini! Alhamdulillah. Terimakasih Ya Allah ^^
Thx for reading.
Sorry for all mistakes
Don't boring to visit my blog ^^
Follow ~> @dian_graciani
-Dian-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar