Minggu, 05 Agustus 2012

Finding Mr. Mou ~(-_-~)(~^o^)~

Hai, Diannique!

Eh, ketemu lagi. Aku mau nge-share cerita keseruanku kemarin nih! Jadi gini ceritanya ...

Sabtu, 4 Agustus 2012 (20.00)
"Diaaaan..." kata seseorang yang memanggilku di depan rumah. Sepertinya aku tahu siapa dia. Ternyata, seperti biasa. Tasya, tetangga sekaligus teman smp ku, mengajak ku lihat lomba. Yaaa, kan sekarang bulan Agustus, Lomba 17-an.

Aku keluar dan langsung mengikuti Tasya untuk menjemput Ayu. Tetangga sekaligus teman smp juga.

"Ayuuu..." Tak ada jawaban. "Ayuuuuu..." Tak ada jawaban. "Yuuuu, AYUUUUU!!!!" Dia mulai keluar. "Bentar bentar. Aku masih facebook.an." katanya. "Yaudah, aku tunggu di Nyik (Toko dekat rumah) yaa." kata Tasya.

Di Nyik ...

"Haloo." Ayu mulai datang. "Nah, ini dia." kataku pelan. Tiba-tiba ada seseorang dengan menaiki sepeda berwarna biru menghampiri. Ternyata Ulul. Tetangga tapi bukan temen SMP. "Lho, Ulul..." kata yang lain.

Tiba-tiba ...
"Nggreeeeng... Dian!" kata seseorag mengendarai sepeda motor dengan menggonceng adik kecil yang sepertinya adiknya. "Lho, Ichaaaa!" Ternyata orang itu adalah Icha. Teman SMP tapi buka tetangga. "Ngapain  kesini, Cha?" tanyaku. "Nyari Mr. Mou." katanya. Mr. Mou adalah Guest teacher dari China yang mengajar di sekolah ku. "Lho, dimana rumahnya?" tanyaku. "Katanya kakak kelas sih di rumah besar dekat toko depan lapangan. Rumahnya mas Heven kalau nggak salah." kata Icha. "Oh, yang jalan Bintan itu?" tanyaku lagi. "Iyaa!" katanya. "Ayok kesana yok! bareng-bareng." Usul Tasya. "Ayok!" kata Icha, Ayu, aku berbarengan.

Di perjalaan, dibagi 2 kubu. Kubu sepeda motor & Kubu sepeda dan Jalan kaki. Icha, Tasya dan adiknya Icha naik sepeda motor. Aku, dan Ayu jalan, Ulul naik sepeda. Nah, Kubu sepeda motor sudah ada tepat di tujuan. Sedangan Kubu jalan kaki & Sepeda masih sangat lama. Untuk menuju ke lokasi ada 2 jalan. Dekat tapi bahaya & Jauh tapi aman. Pada jalur dekat ini bahaya karena adanya RT sebelah yang ngelempar mercon dan ini membuat bahaya. Pada jalur jau ini aman-aman saja. Lalu kami lebih memilih lewat jalur jauh untunk menghindari bahaya. Kubu Sepeda dan jalan kaki lewat jalur jauh, pasti tambah lama. Akhirnya Ulul mengajak Aku dan Ayu di gonceng. Waduh, bandrek naik sepeda. WOW .. 

Di Lokasi ...
"Gimana? ada?" Tanyaku ke Icha. "Belum dipanggil .." katanya. Tasya dengan nekad.nya memanggil "Mr. Mou!!" Tapi percuma. Nggak ada jawaban. "Bentar-bentar, ini bener rumahnya mas Heven?" Tanya Icha. "Iya kan? Katanya Iya?" jawab ku. "Coba tanya orang gituu." Usul Icha. Terus aku ketemu temen SD yang sekaligus tetanggaku. Namanya Revida. "Reph, disitu rumahnya Mas Heven kan?" tanyaku. "Iya." jawabnya. "oke, makasih." Kata ku.

"Ayo! panggil bareng - bareng! 1,2,3 ... " usul Icha. "Mas Heven!!" Kata kita bersama-sama. Ini adalah saat-saat Horror nya. Ketika kita manggil Mas Heven, malah nggak ada jawaban. Yang ada hanya seorang anak kecil menutup jendela dan ... lampu langsungg mati. Jlebb. "Waaaaaaaa!!!" Kita semua langsung lari dan berteriak. 

Kata Adiknya Icha, ada kakek-kakek disana. Hal ini menambah horrormeter kita jebol. dag dig dug dag dig dug. 

Setelah beberapa lama, kepastian kenapa lampu itu mati & benarkah ada kakek-kakek belum juga di temukan. Bahkan kita belum ketemu sama Mr. Mou. -_- Akhirnya kami menyerah. kami langsung pergi lagi dan menuju ke pos. Disana kami duduk-duduk dan berharap Mr. Mou datang dengan sendirinya. ^^ <Ngarep tak tertahankan> 

Jam 21.00  ..
"Sudah yaa. Aku pulang, jam 21.00 Aku sudah harus pulang." Kata kami semua. Daaaah. Petualangan kami berakhir.

Kejadian pada hari itu sangat campur aduk. Awalnya pengen, habis itu horror, habis itu, kecewa dan pulang. *geleg-geleng kepala* betapa malangnya nasib kita. :'(

That's enough for our adventure.

Thx for reading.
Sorry for all mistakes^^
Don't be boring to visit my blog.
Follow ~> @diangraciani 

-Dian-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar