Aku punya cerpen lagi. Yang ini judulnya "Indonesia di Hatiku." Isinya tentang seseorang dari luar negeri yang sangat mencintai Indonesia. Penasaran? Just Read! Enjoy ;)
Aku
duduk di sofa yang terletak di depan TV. Sambil ku santap popcorn yang ada di tanganku. Aku melihat TV sambil memakan
popcorn. Channel Indonesia tepatnya. “Jediaaaaarrr!!!!” Yak, suara petir
menyambar. Ku jelaskan lagi, saat ini aku duduk di depan TV dan melihat channel
Indonesia sambil memakan popcorn di tengah hujan.
“Ai?
Aii!! Matikan TV nya. Hujan deras, nanti lampu mati lo, kita harus hemat
listrik.” Bentak ibuku dari dapur.
“Bentar
ma, Ai lagi liat Wayang Indonesia ini. Keren ma!” Jawabku.
“Ohya?
Waah, nggak ngajak ngajak kamu, mama kangen sama Wayang Indonesia.” Kata ibuku
seraya menghampiriku yang sedang melihat TV.
Akhirnya
aku dan ibuku melihat wayang Indonesia bersama. Yak, jika tak kenal maka tak
sayang. Kenalin, aku Ai Akimoto. Aku lahir di Tokyo, Jepang. Tanggal 13
Februari 2000. Aku juga blasteran. Ayahku dari Jepang, ibuku dari Indonesia.
Kini, aku tinggal di Tokyo. Bermain di Tokyo, makan di Tokyo, sekolah di Tokyo, dan berbagai aktifitas lainnya aku
lakukan di Tokyo. Keinginanku banyak. Seperti menggapai cita-cikaku, menggapai
gelar sarjana, berhasil membuat karya yang dikenal banyak orang, keliling dunia,
dll. Tapi, keinginan yang paling aku inginkan adalah keliling Indonesia.
“Klip.”
Lampu mati.
“Ma,
ada apa ma? Kok tiba-tiba lamunya mati?” Tanyaku.
“Kau
itu, ini akibatnya kamu nonton TV terus, lampunya mati tuh.” Jawab ibuku.
“Ma,
bukannya tadi mama yang ikut-ikut aku liat TV? Ah, mama mah, nggak ngerasa.”
Jawabku sedikit ada aksen Sunda. Ini turunan dari ibuku. Ibuku lahir di
Bandung.
“Sudah,
diam. Sekarang, bantu mama nyalakan lilin.” Kata mama.
“Siap!”
Jawabku setengah kesal.
Sekedar
info. Walaupun aku tinggal di Tokyo dan berwarganegaraan Jepang, aku nggak lupa
tentang Indonesia. Aku malah banyak tahu tentang Indonesia. Ibuku yang
mengajarinya.
Esoknya..
“Ma,
seragamku sudah siap?” Tanyaku.
“Heh,
Ai. Kamu itu sudah besar, mama semakin tua.” Kata ibuku. “Jadi, kamu harus
lebih mandiri, cuci piring sendiri, cuci baju sendiri, setrika sendiri. Biar
nanti kalau sudah berkeluarga nggak bingung.”
“Sip!”
Kataku singkat seraya mengambil seragam dan berlari ke kamar.
“Anak
nakal.” Gumam ibu.
Aku
yang sudah di dalam kamar tertawa cekikikan. Aku melihat jam. Jam menunjukan
jarum panjang di angka 7, dan jarum pendek di antara angka 6 dan 7. “Waduh
telat telat!!” Gumamku yang langsung mengambil tas dan pergi ke meja makan.
Karena
takut terlambat, aku langsung melahap semua sarapanku. “Mha, hagu ge hegola
hulu. Gaga! (Ma, aku ke sekolah dulu. Dada!)” Kataku dengan mulut penuh
makanan.
“Ai!
Yang bener! Mama nggak tau bahasamu! Lahap semua makanannya!” Kata ibu.
“Glek,
glek, glek.” Suara aku sedang minum. “Ma, aku ke sekolah dulu. Dada!”
“Heh!
Mau kemana? Salim!” Suruh ibu.
“Hmm.”
Gumamku seraya salim ke ibu. Oiya. Kebiasaan orang Indonesia itu melekat banget
di aku. Kenapa? Aku pernah menetap di Indonesia selama 6 tahun. Yap, aku SD di
Indonesia. Lalu pindah ke Jepang untuk sekolah di jenjang SMP. Jadi, aku tahu
sekali tentang Indonesia. Itu sebabnya aku beda dengan orang Jepang kebanyakan.
Yang
aku tahu tentang Jepang itu, kalau orang Jepang sering minum alkohol, perempuan
Jepang juga suka pakai high heels yang
cukup tinggi. Kalau aku sih, memang lebih suka pakai flat shoes, karena lebih nyaman. Di pakai olahraga juga enak. Tapi,
jika aku pakai flat shoes saat aku
mau bermain sama teman-temanku, mungkin aku sering jadi bahan bullied atau bahan ejekan teman-temanku. Ada juga, kalau orang Jepang itu susah banget
baca huruf alphabet. Sedangkan aku? Haha, profesional. Tapi, aku agak susah
baca huruf kanji. Ruwet.
Kalau
Indonesia, yang aku tahu itu Indonesia berbagai macam orangnya. Kalau di Jepang
kan orangnya mayoritas berkulit putih dan mempunyai “Slanted Eyes” atau mata sipit, tapi kalau di Indonesia berbagai
macam. Ada yang berkulit gelap, coklat, sawo matang, putih. Ada juga yang
bermata bulat, besar, kecil, sipit, dll. Mungkin yang menyebabkan Indonesia
beragam, adalah luasnya Indonesia, persebaran suku di Indonesia, dan mungkin
karena dulu sering dijajah. Seperti dijajah Inggris, Portugis, Belanda, bahkan
Jepang pun menjajah Indonesia. Ada lagi yang aku tahu tentang Indonesia. Negara
kepulauan, maritim, tempat wisatanya juga banyak, dunia entertainment di Indonesia juga bagus-bagus kan? Seperti grup
band-nya, girlband dan boyband, film-filmnya, penyanyi solo nya, dll. Ada lagi!
Kebudayaannya. Kebudayaan di Indonesia menurutku itu WOW! Tahu kenapa? Karena bahasa, kebiasaan, aksen/logat nya itu
beda-beda. Seperti bahasa Sunda, bahasa Jawa, bahasa suku Batak, dll.
Sewaktu-waktu aku ingin ke Indonesia lagi.
Ohya,
hari ini adalah hari pertama aku sekolah. Aku pun belum tahu bagaimana
teman-temanku. Sikapnya bagaimana pun aku tak tahu. Aku hanya takut jika
penampilan ku yang seperti ini, (mata yang sipit, hidung lumayan mancung, bibir
tipis, wajah tanpa make-up, rambut
panjang sebahu berwarna hitam, seragam bersih dan rapi, rok sedikit di bawah
lutut, kaus kaki panjang hampir mencapai lutut, sepatu biasa yang bukan ‘high heels’) akan berbeda dengan yang
lain dan menjadi korban bullied. Semoga
saja itu tak terjadi.
Kini
aku sudah di depan pagar sekolah ku. “Hmm, inikah sekolah ku? Good!”
Saat
itu halaman sekolah sudah sepi. Karena mungkin aku terlambat. Pintu pagar pun sudah
ditutup. Aku berpikir, “Salah aku bangun siang tadi. Mana aku makan hanya
sedikit, nggak bawa bekal pula, uang saku pun pas-pas an. Huuuft..”
Kini,
aku mulai maju dan memegang pagar besi sekolah yang berkarat dan mencoba
berbicara dengan satpam.
“Pak
satpaamm,” Sapaku manja. “Aku masuk boleh?”
“Heh,
kamu terlambat! Oy, sebentar,” Kata pak satpam yang lalu melihat aku dengan
heran. “Aku belum melihatmu sebelumnya, anak baru?”
“Yoman!
Saya anak baru. Perkenalkan, saya Ai Akimoto. Lahir di Tokyo, tanggal 13
Februari 2000. Saya tinggal di blablablablabla di blala bladibla blablablabla.”
Kataku, terus menjelaskan dengan panjang lebar.
“Zzzz,
groook, fiuh, zzzzz, groook, fiuhh,” Gumam pak satpam yang hanya menirukan
suara seseorang sedang tidur. “Cewek bodoh! Siapa bilang aku mau kenalan sama
kamu?”
“Lho,
nggak minta kenalan? Salah deh.” Jawabku singkat.
“Dasar!
Kamu dapat surat dari sekolah? Tentang siswa baru?” Tanya pak satpam.
“Ha?
Aih, sial! Aku nggak tahu kalau ada surat.” Jawabku sangat datar.
“Heh,
anak baru! Yang benar saja kamu nggak bawa! Kamu nggak boleh masuk!” Bentak pak
satpam.
“Aih,
pak-nya mah gitu, jahat!” Gumamku dengan bahasa Indonesia aksen Sunda.
“Apa
kamu bilang?” Bentak pak satpam.
“Nothing!” Kataku sedikit kesal. Lalu aku
berpikir sesuatu. “Eh, bukannya tadi aku memasukan kertas di tas? Mungkin itu
suratnya! Aduh, bodohnya diriku.”
Aku
langsung membuka tas dan mengeluarkan kertas itu. “Yah! Ini benar suratnya!”
Teriak ku kegirangan. “Pak!! Ini suratnya!” Teriak ku sambil melambaikan tangan
ke pak satpam yang sudah pergi ke pos nya.
“Hmm,
ini memang suratnya. Masuk! Akan kuantar kau ke kantor dan bertemu wali kelas
mu.” Kata pak satpam.
“Siap!”
Jawabku hormat.
Aku mengikuti pak
satpam. Tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang bersembunyi dibelakangku. Aku
langsung menghadap ke belakang. “Eeh! Siapa kau?” Tanyaku sedikit bersuara
pelan.
“Ssshhh! Aku Kyu
Otsuka. Siswa sini. Siswa terlambat juga. Diaamm!!” Kata seseorang itu yang
ternyata adalah Kyu.
“Oooh.” Jawabku
singkat dan sangat datar.
Aku sekarang di depan
kantor. “Kyu, lalu kamu? Bagaimana?” Tanyaku.
“Aku saja tak tahu
aku masuk kelas berapa. Aku juga murid kelas 7. Kau kelas 7 kan?” Tanya Kyu.
“I,iya.” Jawabku.
“Oiya! Kalau tidak salah papan pembagian kelasnya disana!”
“Oh, sip! Thanks!” Jawabnya yang langsung lari ke
papan pembagian kelas.
Tak lama kemudian Kyu
datang lagi.
“Kyu? Tanyaku yang
sudah didalam.
“Aku kelas 7-5!”
Bisik Kyu dari jendela.
“Ai, kau kelas 7-5,
mari kuantar ke kelas mu.” Kata wali kelas ku yang ternyata Mrs. Himika.
“Baaa....” Suaraku
terputus.
“Grubyak!!!!” Suara
Kyu terjatuh dan membuat tong sampah di sebelahnya jatuh.
“Siapa itu?” Tanya
Mrs. Himika seraya melihat di TKP. “Ka, kamu siswa tahun ajaran baru juga kan?”
“I, iya.” Kata Kyu
seraya berdiri.
“Terlambat?”
“I, iya.” Kata Kyu
lagi.
“Kelas berapa kau?”
Tanya Mrs. Himika.
“Eee, setelah aku
lihat di papan sana, aku kelas 7-5.” Kata Kyu serak.
“Baik, akan ku tulis
kau di buku pelanggaran dan akan ibu antar kalian ke kelas.”
Setelah di kelas,
tampak 2 bangku kosong yang berdekatan disana. Kelas pun belum mulai pelajaran.
“Dua bangku kosong
itu untuk kita!” Bisik Kyu sambil tersenyum.
“Heeh, senyum senyum!
Coba kalau aku nggak terlambat. Nggak akan aku ketemu kamu!” Jawabku sinis.
“Aiih..” Jawab Kyu
singkat.
Setelah perkenalan,
aku di persilahkan duduk oleh Mrs. Himika. Saat berjalan ke 2 tempat itu, aku
melihat perempuan-perempuan sekelas. Rambut dikuncir mayoritas, ada pula rambut
pendek tapi raut mukanya tampak sedih, rata-rata pakai sepatu flat, ada pula 5 orang yang menggunakan
sepatu high heels dan rok diatas
lutut. Woo, sungguh jijik aku melihatnya.
Mrs. Himika sudah
pergi dan akan memanggil guru. Kyu mulai mengajakku mengobrol.
“Ai, kau habis
diputuskan pacarmu?” Tanya Kyu.
“Heeh! Aku tak punya
pacar!” Bentak ku.
“Lalu, kenapa kau
potong rambutmu?” Tanya Kyu.
“Memangnya tidak
boleh?” Jawabku.
“Kau tidak tahu?”
Tanya Kyu. “Oiya ya, kau kan pindahan dari Indonesia. Belum tahu ya? Akan ku
beri tahu. Jadi, di Jepang itu ada kebiasaan perempuan yang memotong rambutnya
itu tanda habis diputuskan pacarnya.
“Oy! Ada ya kebiasaan
seperti itu?” Tanya ku.
“Tak percaya kau!”
Jawab Kyu.
Lalu, aku berpikir.
“Jadi, perempuan itu habis diputuskan pacarnya? Pantas sedih. Tapi? Kenapa
kecil-kecil sudah pacaran? Padahal masa depan masih jauh. Eh, memangnya
nyambung ya? Sudaaah...”
Pelajaran di mulai.
Ternyata pelajaran geografi. Gurunya adalah Mrs. Mamiko. Tapi, membahas tentang
Jepang. Bukan Indonesia. Aku galau deh. Hahaha.
“Teeeet!!!” Bel
menandakan pulang. Aku langsung mengambil sepeda yang aku parkir di dekat
kantor. Pak satpam yang menyuruhku.
“Ai! Aku pulang dulu
ya!” Kata Kyu sambil berlari dan melambaikan tangannya.
“Eeh! Iya Kyu!
Byee!!” Kata ku.
Aku langsung menaiki
sepeda ku dan kembali ke rumah. Saat itu
aku berpikir. “Dari semua anak kelas 7-5, hanya Kyu yang peduli dengan teman
yang lain. Yang lainnya, sibuk masalah sendiri.”
Sesampainya di rumah
....
“Mama, aku pulang!”
Kataku seraya meletakkan tas di sofa dan tidur di sofa.
“Heeh, ganti baju
dulu!” Suruh ibu.
“Siap ... ” Jawabku
agak malas-malasan berdiri.
“Oh iya Ai, nanti
kesini lagi ya. Mama mau bicara.” Kata ibu.
“Siaaap ..” Jawabku
lebih malas.
Setelah ganti, aku
menuruti kata ibu, ke sofa lagi.
“Apa ma?” Tanyaku.
“Gimana sekolahnya?”
Tanya ibu.
“Geografi tentang
Jepang. Bukan tentang Indonesia. Galau deeh.” Kataku.
“Hmm, kamu kan bisa
belajar tentang Indonesia lewat internet? Lewat mama pun bisa. TV juga ada.”
Jelas ibu. “Kamu kan berwarga-negaraan Jepang, juga harus tahu tentang Jepang,
dong?”
“Iya siih.” Jawabku
pelan.
“Nah, kita ke masalah
inti.” Lanjut ibu. “Begini Ai, kita kan ada liburan musim panas. Kamu libur
kan? Rencananya, kita akan berlibur ke Indonesia.”
“Hah? KE INDONESIA?
MAU BANGET MA! AYOO! Aku packing sekarang
deh. Berapa hari? Kamera harus ada! Sandal butuh nggak ya? Nggak deh.” Kata ku
terus menggumam.
“Ai! Antusias sekali.
Mama belum selesai bicara.” Kata ibu. “Tapi, ini belum pasti, jadwal libur ayah
belum keluar. Tapi sudah ada prediksi.”
“Oooh, semoga jadi!
Amiiin.” Kataku berdo’a.
Menjelang musim
panas, aku masih berada di sekolah.
“Anak-anak, musim
panas ini sekolah nggak bisa adakan rekreasi karena kurang dana. Maaf ya
anak-anak.” Kata Mrs. Himika.
“Yaaah, aku kan mau
ke Hokkaido.” Kata Kyu. “Kamu, seandainya kalau musim panas, maunya kemana?”
“Aku? Aku emang nggak
mau ada rekreasi musim panas bersama sekolah.” Jawabku.
“Kenapa? Kan asik?”
Tanya Kyu.
“Iya sih, tapi, aku
sudah ada recana mau liburan ke Indonesia musim panas ini.” Jawabku terus
terang.
“Ooh. Oh iya,
sebenarnya, kenapa sih kamu antusias sekali mau ke Indonesia.” Tanya Kyu.
“Karena Indonesia
itu, satu kata. WOW.” Jawabku.
“Hooo.” Kata Kyu
terperangah.
Pulangnya, ibu
menyuruhku untuk bertemu dengan beliau.
“Ada apa bu?” Tanya
ku membuka obrolan.
“Begini, tadi ayah
telpon. Katanya, saat musim panas ayah nggak libur.” Kata ibu.
“Yaaah, kok bisa?”
Tanyaku.
“Katanya sih, bosnya
baru tahu kalau ada satu pekerjaan yang belum selesai. Dan ternyata dilakukan
saat musm panas.” Kata ibu.
“Aaah, bosnya ayah
nggak asik.” Jawabku kesal.
“Yaa, begitulah.
Tapi, kapan-kapan kita harus tetap ke Indonesia. Setuju?” Tanya ibu sambil
mengajakku tos.
“Setuju!” Jawabku
sambil menerima tos ibu.
Setelah kejadian
pembatalan liburan ke Indonesia itu, aku langsung lihat TV untuk menghilangkan
kegalauan.
“Maraknya GANGNAM
STYLE??” Tulisan di channel Indonesia.
“Halah, Gangnam Style
kan cuma kayak nunggang kuda. Bagusan juga tari saman, tari tor-tor ...”
Gumamku. “Heeh, pengaruh Globalisasi.”
Hari ini saatnya aku
sekolah. Kuambil sepedaku. Lalu, tancap langsung ke sekolah.
“Ai!” Sapa Kyu.
“Kamu lagi? Kenapa
aku selalu berpapasan denganmu saat berangkat sekolah?” Tanyaku.
“Mm, mungkin emang
jamnya berangkat sekolah! Haha.” Jawab Kyu seperti jawaban anak TK.
Di kelas ...
“Ohya, kamu jadi
liburan ke Indonesia?” Tanya Kyu.
“Nggak jadi. Aaaaah!
Kau mengingatkanku lagi!” Jawabku kesal sendiri.
“Eeh, maaf. Aku nggak
tahu.” Kata Kyu.
“Iya iyaa nggak apa.”
Kataku.
“Boleh aku tahu
tentang Indonesia sedikit?” Tanya Kyu.
“Boleh, boleh.
Kategorinya apa nih? Kaindahan alam, Artis, Budaya, Kuliner?” Tanyaku.
“Keindahan alam aja
deh!” Kata Kyu.
“Yang aku tahu,
Indonesia itu ada banyak keindahan alam. Ada gunung Bromo, Pantai Kuta di Bali,
Taman Laut Bunaken di Manado, Danau Toba di Sumatera Utara, dll.” Jelasku.
“Hooo. Kau pernah
kesana?” Tanya Kyu.
“Sayangnya nggak.
Tapi mau banget.” Kataku.
“Kalau kau kesana,
ajak aku ya? Hehe.” Kata Kyu sambil tertawa.
“Boleeh.” Jawabku
sambil tersenyum.
“Boleh aku pilih
kategori yang lain?” Tanya Kyu ingin tahu.
“Boleh boleh.”
Jawabku semangat.
“Aku pilih kuliner!”
Kata Kyu semakin semangat.
“Disana itu ada banyak
makanan khas di tiap daerah. Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara
blabalablablablabla...” Jelasku panjang lebar.
“Heh! Sudah-sudah,
sebutkan saja perwakilan tiap daerah. Aku sudah nggak sabar!” Kata Kyu.
“Rendang dari
Sumatera Barat, Rawon dari Jawa, apa lagi ya? Ng, Soto! Itu dari Jawa juga. Aku
pernah mencoba makan. Enaaaak!! Rawon juga enak!” Kataku.
“Makin ngiler aku.
Haha!” Kata Kyu.
“Haha! Yasudah, itu
gurunya sudah datang.” Kataku.
Saatnya pulang.
Setelah dirumah aku langsung menekan tombol on,
dan mencari channel Indonesia.
“Wohoo! Gangnam Style
lagi. Di Indonesia juga ada girlband boyband kan? Hemm. JKT48! Temennya AKB48
kan ya? Hoo.” Kataku ngomel sendiri. “Cherrybelle, Smash, apa lagi tuh?
Supergirlies, S9B, yang kecil juga ada! Coboy Junior, Swittins. Hooo. Tapi,
inspirator nya K-Pop ya? Untuk sebagai inspirasi nggak apa sih, asal jangan
ikut-ikut. Apa lagi plagiat.”
Tiba-tiba ...
“Ai!! Ini mukjizat
Ai! Mukjizaat!!!” Kata ibu datang mengagetkanku.
“Ada apa ma?”
Tanyaku.
“Ayah dapat undian,
undiannya tour ke Indonesia!! Aaaah!!!” Kata ibu sangat antusias.
“Yey!!!!! Wohooo! Ke
Indonesia ke Indonesia ke Indonesia!” Kataku. “Berarti, ayah libur ma?”
“Iyaaa!!!” Jawab ibu.
“Pekerjaan mendadak
itu juga nggak jadi?” Tanyaku.
“Iyaaa!! Sudah di
berikan ke pegawai lain!” Kata ibu juga antusias.
“Yee! Kapan ma?”
Tanyaku.
“Musim panas ini!!”
Kata ibu.
Tiba-tiba, aku
berpikir tentang Kyu. Kyu ingin juga ke Indonesia.
“Ma, tiketnya berapa
orang?” Tanyaku.
“4! Ayah, mama, kamu,
satunya siapa ya?” Jawab dan tanya ibu.
“Kyu ma! Kata Kyu,
kalau aku ke Indonesia, dia minta diajak. Boleh nggak ma?” Tanyaku.
“Boleh, boleh! Makin
ramai kan semakin asyik!” Kata ibu.
“Yees!! Terimakasih
ma!” Kataku.
Setelah itu, aku
langsung SMS Kyu kalau dia boleh ikut ke Indonesia. Ternyata, Kyu juga senang.
Untung saja Kyu mau.
Tak terasa, tiba
saatnya aku pergi ke Indonesia.
“Hari Minggu! Musim
panas. It’s Indonesian Channel Time!! Eh,
iya. Maksudnya It’s Time To Go To
Indonesia!! Eh, 17 Agustus! Hari Kemerdekaan Indonesia! Yeah! Aku bisa
merayakannya di Indonesia!” Gumamku di kamar sambil melihat kalender.
“Eh, Kyu!” Gumamku.
Aku langsung SMS Kyu. Ini percakapannya:
Aku: “Kyu? Siap?”
Kyu: “Ha? Siap apa?”
Aku: “Kamu nggak ikut
ke Indonesia?”
Kyu: “Haha, bercanda
Ai! Aku sekarang sudah di depan rumah mu.”
Aku: “Ha?”
Kyu: “Heh! Bukakan
pintunya! Tamu adalah raja tahu! Cepat!”
Aku: “Siap!”
Aku langsung
membukakan Kyu pintu. Lalu, tancap ke Indonesia! Indonesia I’m Coming!!
Eh, kalau kalian
bertanya, “Orang Jepang, suka Indonesia, apakah itu nggak cinta negara
sendiri?” Jawabannya, aku memang orang Jepang, lahir di Jepang, tapi suka
Indonesia, itu bukan nggak cinta negara sendiri, tapi mengidolakan negara lain
nggak apa dong? Sebagai inspirasi. Agree?
Pesan untuk Indonesia:
Tetap istimewa, terus jaga kebudayaannya, semoga tambah maju, tambah keren,
nggak ada koruptor lagi, dan jangan ikut-ikutan negara lain! Be yourself! Karena Indonesia selalu di
hatiku dan INDONESIA IDOLAKU!!
~The End~
-Dian-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar